Bukankah keletihan akan berujung pada tidur yang nyenyak, dan rasa sakit akan tergantikan dengan kebugaran? Karena itu bersabar dan tunggulah barang sejenak.
Kita saling memanggil nama masing-masing. Suara kita terdengar, tapi raga kita belum bertemu. Itulah yang kini terjadi. Ingat tulisanku yang dulu tentang kita yang tak saling berpegang tangan, yang telah berbeda arah? Kita masih di jalan yang berbeda. Namun, kau memanggilku, kau ingat aku. Tembok tinggi itu seolah berlubang dan kita sedikit berbagi kisah.
APAKAH KELAK DI PENGHUJUNG JALAN INI KITA BENAR-BENAR KEMBALI BERSAMA? ATAU INI HANYA KAMUFLASE SAJA?
