Bukankah keletihan akan berujung pada tidur yang nyenyak, dan rasa sakit akan tergantikan dengan kebugaran? Karena itu bersabar dan tunggulah barang sejenak.
Dr ‘Aidh Al Qarni (via senjaya)

I believe that. :)

(via laninalathifa)


Kita saling memanggil nama masing-masing. Suara kita terdengar, tapi raga kita belum bertemu. Itulah yang kini terjadi. Ingat tulisanku yang dulu tentang kita yang tak saling berpegang tangan, yang telah berbeda arah? Kita masih di jalan yang berbeda. Namun, kau memanggilku, kau ingat aku. Tembok tinggi itu seolah berlubang dan kita sedikit berbagi kisah.
APAKAH KELAK DI PENGHUJUNG JALAN INI KITA BENAR-BENAR KEMBALI BERSAMA? ATAU INI HANYA KAMUFLASE SAJA?


Jujur… sebenarnya aku letih untuk selalu curiga. Aku ingin seperti yang dulu lagi, yang percaya tanpa harus bertanya.
Jujur… aku letih untuk beradaptasi lagi. Aku harus meletakkan kembali percaya yang pergi sekejap. Kini percaya itu sulit kutata kembali karena pertanyaan yang sibuk meracuni.
Jujur… aku ingin semua yang terjadi lampau. Indah dan begitu tulus. Tapi… jujur… mungkin yang dulu itu tak ada lagi.


Anomali mimetik terjadi lagi. (Mungkin) sekarang saya paham harus berbuat apa. Saya hanya perlu menyelesaikannya dengan akhir yang bahagia. Semoga pola ini tidak berubah hingga saya benar-benar menyelesaikannya.
Anomali Mimetik 2

laninalathifa:

kuntawiaji:

Presidenku plagiat.

Apa banget dah ini.

-_-” benar-benar deh!

laninalathifa:

kuntawiaji:

Presidenku plagiat.

Apa banget dah ini.

-_-” benar-benar deh!